Jalan keselamtan

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating


    Setiap jiwa yang bernyawa pasti bisa merasakan sebuah kemurahan yang tiada ternilai, saat jiwa itu melakukan satu kebaikan, jiwa itu akan mendapat sepuluh kali lipat balasan dari perbuatan tersebut terkadang bukan hanya sepuluh saja namun bias jadi dilipat gandakan menjadi tuju ratus kali, Namun apa bila jiwa melakukan sebuah keburukan atau kesalahan ia hanya akan dibalas dengan satu balasan sesuai dengan apa yang ia lakukan.

    Inilah sebuah kemurahan yang bisa didapat dari jiwa yang mau meniti jalan keselamatan, setiap jiwa yang bernyawa yang hidup dimuka bumi ini tidak lain hanya ingin mencari keselamatan, namun tidak setiap jiwa bisa menemukan jalan tersebut.

    Seperti yang telah di lakukan Nabi shollallohu alaihi wasallma saat belaiu mengirimkan Seurat ke raja raja yang belum memeluk islam dengan menawarkan keselamtan dengan redaksi “Aslim taslam” Masuk islamlah niscaya kamu akan selamat.

    Setelah mendapatkan predikat keselamatan hendaknya ia mau mengikuti rambu rambu jalan keselamtan agar ia tidak salah jalan atau tersesat, saat ini banyak orang yang telah mengaku islam dan tentunya ia akan mendapat keselamtan namun dalam kehidupan sehari hari ia tidak pernah memeperhatikan rambu rambu keselamtan sehingga banyak yang salah jalan dan tersesat.

    Nabi Shollallohu laihi wasallam jauh jauh telah memberikan peringatan terkait dengan seorang uslim agar senantiasa memeprhatikan rambu rambu agama dalam menapaki jalan keselamatan Nabi tidak menghawatirkan kita menjadi miskin nabi yang lebih dikhawatirkan oleh Nabi adalah bagaimana cara kita mendapatkan harta apakah dengan melalui jalan semestinya atau tanpa menghiarukan rambu rambu yang telah ditata rapih dan terpasang yang ia hiarukan atau ia perhatikan adalah bagaimana ia agar ia bisa dengan cepat mendapatkan harta yang banyak, Sebagian besar orang rela melakukan ini semua semata hanya karena gengsi atau agar ia terlihat lebih kaya dan dalam rangka bermegah megahan.
    Alloh akan mengampuni orang yang mau mengakui kesalahannya namun bagiman dengan orang yang tau bahwa yang ia lakukan adalah kesalahan namun ia tetap menerjangnya? Di ibaratkan seperti orang islam yang mengetahui bahwa sholat adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh ditingglakan namun ia dengan sengaja meninggalkan maka ia disamakan seperti orang kafir atau ia telah melakukan perbuaan orang kafir.
    Bagaiman dengan Kita?

    Ringkasan ngaji rebo legian
    wallohu a'lam

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters