Aset

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating


    Saat hari tua tiba betapa menyenagkannya ketika segala sesuatu yang kita kerjakan dan usahakan membuahkan hasil yang bisa dinikmati, apalagi saat datang masa masa senja, dimana tubuh semakin lemah tenaga semakin berkurang namun hasil usaha kita tetap mengalir terus kekita dan bisa terus berkembang dengan sendirinya, memang hendaknya kita dalam menjalani hidup ini harus mempunyai asset yang bias dkembangkan agar dihari kemudian asset itu bias dinikmati oleh kita dimasa tua dan mungkin juga asset itu bisa dinikmati oelh anak nak dan cucu kita.
    Memang terkait asset kita sudah dihimabu Oleh Rosululloh shollallohu alihi wasallam agar kita senantiasa mulai saat ini harus bisa mengumpulkan asset asset kita dalam hidup ini agar kitaa bisa menikmatinya kelak saat kita sudah meninggal kelak salah satu satu sabda nabi yang sering kita dengar mengenai asset akherat adalah tiga hal yang dimana bila manusia telah meninggal namun pahala dari tiga hal ini akan terus mengalir, tiga hal tersebut adalah shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, selain itu nabi juga meanganggap bahwa orang yang bisa mengembangkan asetnya termasuk orang orang yang cerdas “orang yang cerdas adalah orang yang rendah diri serta berbuat untuk kehidupannya setelah ia meninggal”.
    Mungkin untuk kali ini kami hanya ingin mengungkap sedikit asset kita yang sangat dekat dengan kita dan selalu berada disekitar kita namun asset itu bila tidak dikelola dengan baik asset kita itu malah malah bisa membawa kita kejurang neraka, asset kita yang satu ini adalah mengenai anak sholeh.
    Setiap manusia yang telah menjalin kehidupan berumah tangga hal pasti yang ia inginkan adalah memiliki anak yang sholeh. Dimana anak disamping sebgai penyejuk mata kita serta bisa menjadi bunga bunga dirumnah kita ia juga sekaligus menjadi asset kita dimasa tua dan saat kita nanti setelah meninggal.
    Dalam mengelola asset yang satu ini kita telah diajarkan untuk terus berhati hati dan menjaga kondisi fisik serta bathin , mulai dari bagaimana kita mebuahi yaitu dengan jalan pernikahan kemudian setelah hamil kita dianjurakan untuk terus berdo’a agar nantinya sang jabang bayi di lindungi dari godaan syetan, setelah lahirpun masa perlindungan dan pengelolaan bertambah intens dan makin ketat yaitu dengan memperdengarkan kalimat tauhid yitu dengan adzan lalu memberikan nama yang baik dan mempunyai makna serta do’a, setelah itu ia pun harus ada pengarahan pengarahan bagiaman anak itu bisa menapaki jalan yang sesuai dengan syara’ dan agama serta ia perlu bimbngan untuk bisa mengetahui rambu rambu kehidupan, dan pendampingan itu akan terus berlanjut sampai ia dewasa.
    Itulah gmabaran sedkit bagimana agar asset kita bisa berkembang dengan baik dan bisa menjadi modal pahala dihari kemudian serta bisa terus menyokong kita kala kita sudah berada di alam barzah. Dalam sebuah hadits nabi di ceritakan bahwa ada seorang yang ia kaget dengan derajat syurag yang ia dapatkan sebab ia merasa bahwa ibadah yang ia rasakan biasa biasa saja , lalu orang itu diberi kabar ia bisa mendapat derajat tinggi tidak lain adalah karena istighfar anak ankmu kepadamu. Anak itu bagai kertas putih apapn yang ingin anda tuliskan pada karakter anak anda akan tertanam dihati anak tersebut, oleh karena tergantung bagimana orang tua mengarahkannya, seperti halnya sabda Nabi anak anak yang terlahir dalam keadaan fitrah (suci, bersih dari dosa, dan dalam keadaan islam) lalu bagaimana kedua orang tua mengarahkan anak tersebuta apakah ingin dijadikan yahudi atau ingin dijadikan nasrani.
    Sungguh merugi bagi orang yang diberi asset oelh alloh namun tidak bisa mengelolanya dengan baik dan benar. Semoga kita bisa mengemban amanah amanha alloh yang telah diberikan kepada kita sehingga kita bisa mempertanggung jawabkannya kelak di hari pembalsan. amien
    Wallohu alam

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters