Tanazu'

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating


    بسم الله الرحمن الرحيم قال الله تبارك وتعالى: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم :
    يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا إِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوْا اللهَ كَثِـْيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ، وَأَطِيْعُوْا اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِـيْحُكُمْ وَاصْـِبرُوْا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ وَلاَ تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ - الأنفال: 45-46

    Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi golongan (musuh), maka berlaku tsabatlah dan berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya agar kamu berhasil. Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu tanazu', yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi orang dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Anfaal: 45-47)

    ________________________



    Dalam orde reformasi saat ini, tampak nyata adanya usaha-usaha unjuk kekuatan antar berbagai blok yang ada demi ambisi menguasai tatanan di negeri ini. Antar blok itu saling fitnah, berbantah-bantahan bahkan mungkin ke tingkat bunuh membunuh. Secara garis besar, berbagai blok itu bermuara menjadi dua blok, yaitu blok Islam dan blok kafir. Sehingga, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sebenarnya ummat Islam kini sedang berperang melawan konspirasi blok kafir. Meski adanya peperangan itu ada pada setiap masa, namun peperangan sekarang ini rasanya begitu berbeda.
    Kita melihat, dibukanya pintu multipartai telah ditindaklanjuti ummat Islam dengan mendirikan partai-partai baru. Diperkirakan dari kaum modernis, akan tampil PBB (Partai Bulan Bintang), PAN (Partai Amanat Nasional), Masyumi, PPP dan PK (Partai Keadilan). Sedang dari kaum tradisional ada PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), PUI (Partai Umat Islam), SUNI dan PNU (Partai Nahdlatul Ummah) serta yang lainnya. Partai-partai itu kebanyakan masih ditegakkan berdasarkan kemauan tokoh-tokohnya atau golongannya. Dan kini meski genderang PEMILU belum ditabuh, masing-masing partai tampak telah melakukan kampanye. Di berbagai daerah bahkan telah terjadi penggalangan massa yang berafiliasi pada partai tertentu. Sehingga nuansa Tafriq Bainal Mukminin (perpecahan antar orang-orang mukmin) dan Irshodan Liman Haaraballah Warasulahu (memberikan kesempatan pada orang-orang yang memerangi Allah dan Rasulullah) kentara sekali. Sementara, ini terjadi sebelum undang-undang perpolitikan disepakati.

    ****
    Setelah melihat keadaan sedemikian rupa, ada beberapa hal yang layak kita perhatikan:

    1. Bangunan multipartai pada saat ini sudahkan berada pada pondasi yang kokoh. Dalam arti sistem dan tujuannya apakah berlandaskan Aqidah Islamiyah. Jika kondisinya masih rapuh tidakkah kita ibaratnya hanya melakukan sesuatu yang tidak jelas? Allah subhanahu wata'ala berfirman:
    أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٍ خَـْيرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ
    فِى نَارِ جَهَنَّمَ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ الْقَوْمَ الظَّالِمِـْينَ - التوبة: 109
    Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridlaanNya itu yang baik ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama dengannya di dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dzolim. (QS. At Taubah: 109)

    2. Setiap pengikut partai pada umumnya cenderung merasa bangga dengan partainya. Tidakkah hal ini akan melahirkan tumbuhnya sikap riya', ujub, dan takabbur kepada sesama ummat Islam? Allah subhanahu wata'ala berfirman:
    مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا ، كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ - الروم: 32
    Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa partai. Tiap-tiap partai merasa bangga dengan apa yang ada pada partai mereka. (QS. Ar Ruum: 32)

    2. Pada saat berperang, kita dilarang keras berlaku tanazu' antar blok kita sendiri. Alasannya jelas, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala, bahwa tanazu' akan menjadikan kita gentar dan lemah kekuatan saat menghadapi blok kafir. .Tidakkah berdirinya banyak partai berbasis ummat Islam itu cenderung ke arah tanazu', sedang kita berhadapan dengan partai-partai non Islam yang meski berbeda-beda namun saat melawan blok Islam mereka bersatu? Dalam suatu qoidah disebutkan: "Annahyu Yaqtadlil Fasaad," (Suatu larangan menunjukkan kerusakan).
    *****

    Pada kesempatan orde reformasi sekarang ini, saat blok kafir bersiap-siap menyerang, maka kita harusnya melakukan tindakan dengan sistem dan tujuan yang jelas. Mendahukan kepentingan agama Allah Ta'ala. Dan menjunjung tinggi kesatuan ummat Islam. Dalam arti shof ummat Islam harus terlebih dahulu dirapatkan sehingga menjadi laksana suatu bangunan yang tersusun kokoh agar kita berdiri pada sesuatu yang jelas.
    إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِى سَبِيْلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوْصٌ - الصف: 4
    Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka laksana suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash Shaf: 4)
    Bersamaan dengan merapatkan shof itu, agar kita menang melawan musuh, kita juga harus 1) berlaku tsabat, 2) memperbanyak dzikir, 3) taat kepada Allah dan Rasulullah, 4) tidak berlaku tanazu', 5) sabar serta 6) tidak takabbur dan tidak riya'. Insya'allah dengan tindakan-tindakan itu kita akan menjadi bagian dari Hizbullah (partai Allah), partai alternatif, yang disebut-sebut pasti menang melawan Hizbus Syaitan (partai Setan).

    والله سبحانه وتعالى أعلم

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters