Merangkai Umur Kedua

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating


    Kehidupan manusia; siapapun dan apapun statusnya jika diceritakan akan terdengar sama meski berisi campuran beraneka warna. Kisah seluruh manusia dalam kehidupan di dunia ini dengan singkat bisa diceritakan seutuhnya hanya dengan tiga atau empat kata; terlahir, lelah dan mati. Atau Dilahirkan, kelelahan, sangat kelelahan dan mati. Sangat singat singkat. Dalam nominalnya hanya sekitar antara 60-70 tahun. Jarang yang melebih angka ini.
    Meski begitu waktu yang singkat ini ternyata penuh dengan kesempatan-kesempatan sangat berharga untuk menjadikannya lebih panjang, jauh lebih panjang dan bahkan tidak terbatas sampai Allah mewarisi bumi ini.
    Kesempatan itu semestinya diisi dengan aktivitas yang memiliki manfaat luas tidak terbatas. Manfaat yang bisa dirasakan oleh semua umat manusia.”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”.
    Jika para pemilik ilmu dan keahlian memberi manfaat dengan ilmu dan keahlian mereka maka sudah semestinya para hartawan memberikan manfaat kepada orang lain dengan harta benda mereka.Bukan sekedar memberikan ikan kepada orang lain, tetapi lebih perlu bagi kehidupan orang tersebut dan agar pahala juga terus mengalir maka akan semakin baik jika bisa memberikan kailnya.
    Dengan semakin banyak memberikan kail kepada orang lain agar bisa memancing ikan sendiri. Dengan memberikan kapak kepada orang lain agar bisa mencari kayu bakar sendiri maka sebenarnya diri kita telah merajut dan merangkai usia kedua pasca kematian kita.
    KH Ahmad Dahlan telah merangkai umur kedua dengan mendirikan Muhammadiyyah yang tetap eksis sampai kini berjuang meningkatkan taraf pendidikan, kesehatan dan ekonomi umat Islam Indonesia. KH Hasyim Asy’ari pun demikian, telah merangkai usia kedua beliau dengan menjadi pelopor berdirinya organisasi massa terbesar NU. Begitu pula halnya dengan para perintis-perintis kebaikan lain. Mereka semua telah mangkat tetapi pahala tetap mengalir kepada mereka. Banyaknya pahala inilah inti kehidupan manusia. Jika begitu bagaimana dengan kita? Ya Allah, tunjukkan dan terimalah!Amiin.

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters