Mengukur kemampuan diri

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating


    Hidup di dunia ini, tidak semudah yang kita pikirkan dan juga tidak sesulit yang kita bayangkan. dibilang mudah, tidak, dan dibilang susah juga tidak. Terus mau dibilang apaan donk? yaa dibilang "susah-susah gampang", gitu aja kok
    repot! heee...
    Manusia hidup di dunia banyak pilihan, banyak impian, banyak keinginan dan banyak kemauan, mau ini kek, itu kek dan yang ini kek. Semua itu boleh boleh saja, wong itu hanya sebatas kemauan, sedangkan kemauan itu hanya harapan, siapa sih yang ngelarang harapan?. Tapi ingat, adakalanya harapan itu tercapai, juga adakalanya tidak kesampaian dan terkadang berhenti ditengah jalan.
    yaa macet dech...
    Abuya As Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki Al Hasany Rahimahullah, sering berpesan pada murid-muridnya :"mud rijlak 'ala qodri lihafak". مد رجلك على قدر لحافك  Artinya:
    panjangkan kakimu menurut ukuran selimutmu.
    Memang pesan ini sangat sederhana, tapi isinya sangat padat lho...! Kok bisa..? yaa bisa lahh.. maksudnya
    mau melakukan sesuatu itu harus melihatkemampuan pada diri kita. masak punya uang satu juta ingin bangun istanah..? kan ngak mungkin
    donk, boro-boro buat beli bata dan ongkos tukangnya..! yaa ngak mungkin cukup lah...
    makanya jadi orang itu jangan terlalu berlebihan dalam berandai-andai, apa yang ada didepan kita , ya kita kerjakan, lakukan dan tidak lupa pula menaruh
    impian dan harapan ala kadar kemampuan kita. Ok. You understand..?
    Pernah Abuya A Sayyid  Ahmad Bin Muhammad Alawy Al Maliki Hafidzohullah memberi contoh orang yang bertele-tele dalam berandai-andai, orang itu memiliki sebuah tawon madu di depan pintu rumahnya yang tidak terlalu tinggi dan hampir panin, sebelum panin dia udah berandai andai "kalau panen nanti hasilnya saya belikan kambing, stelah besar kambing itu saya jual, trus saya belikan unta, habis itu saya ternakan sampai beranak-pinak dan saya jual sehingga menghasilkan uang yang sangat banyak sekali" dalam benak pikiran orang tadi. Tapi apa yang terjadi, ketika orang tadi bilang "banyakkk" tangannya yang memegang tongkat
    sambil mengangkat dan memutarkannya, sehingga dengan tidak sadar tongkatnya mengenai madu yg hampir panin, sehingga madu tadi hancur sebelum dipanen. Ludes dech... kaciannn... dech Pak dee
    nii.
    Terus bagaimana donk caranya harapan itu bisa tercapai..?
    Ngomong-ngomong kalau kita lihat yaa, didunia ini tidak ada yang namanya instan, semua pasti melalui proses dan bertahap. Kalau nggak percaya lihat aj yg namanya Mie instan, semuanya melalui proses yang sangat panjang bro, sebelum menjadi
    mie Instan. Nah, begitu juga dengan impian bro.
    Kamu itu kudu kerja, kerja, kerja, baru setelah itu menaruh harapan dan tidak lupa pula bahwa segala sesuatu itu ada ditangan Tuhan, karena Tuhanlah
    segala penentu sesuatu yang tepat apa yg kita inginkan dan apa yang terbaik kita lakukan. cuma sayang yaa, sedikit sekali orang yang benar-benar
    meyakini dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari kita, sehingga yang terjadi hanya sebuah harapan belaka. Mimpi kali....

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters