Keutamaan dan Hikmah Sholat 2

    Author: Unknown Genre: »
    Rating




    11. Sarana Berbisik kepada Allah Ta’ala

    Sebagaimana hadits dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    إنَّ الْمُؤْمِنَ إذَا كاَنَ فِي الصَّلاَةِ فَإِنَّمَا يُنَاجِى رَبَّهُ  فَلاَ يَبْزُقَنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلاَ عَنْ يَمِيْنِهِ وَلَكِنْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ

    Sesungguhnya ketika melaksanakan sholat, seorang mukmin sedang berbisik kepada Tuhannya. Maka janganlah sekali-kali ia meludah di depannya dan jangan meludah ke arah kanannya, akan tetapi (jika memang harus meludah maka) ke arah kirinya atau ke arah telapak kaki (kiri)nya[11]

    12. Sarana untuk menghadapkan diri kepada Allah Ta’ala

    Sebagaimana hadits dari Abu Huroirah ra. dari Nabi shallallahu alaihi wasallam:

    إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إلَى الصَّلاَةِ فَلاَ يَبْصُقْ أَمَامَهُ فَإِنَّمَا يُنَاجِى اللهَ مَادَامَ فِي مُصَلاَّهُ وَلاَ عَنْ يَمِيْنِهِ فَإِنَّ عَنْ يَمِيْنِهِ مَلَكاً وَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ فَيَدْفِنُهَا
    Ketika salah seorang kalian berdiri dalam sholat, maka janganlah meludah di depannya, (ingatlah) bahwa sesungguhnya dia sedang berbisik (munajat) kepada Allah Subhanahu wata’ala selama dia berada di tempat sholat dan janganlah meludah ke arah kanannya, karena sesungguhnya di sebelah kanannya ada malaikat, dan hendaklah meludah ke arah kirinya atau ke arah bawah telapak kakinya, kemudian ia menimbun ludah itu[12]

    Sebagaimana juga hadits dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    إذَا كاَنَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّى فَلاَ يَبْصُقْ قِبَلَ وَجْهِهِ فَإِنَّ اللهَ قِبَلَ وَجْهِهِ إِذَا صَلَّى
     Ketika salah seorang di antara kamu mengerjakan sholat, maka janganlah meludah ke hadapannya (arah depannya) karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala berada di depannya ketika ia sholat[13]


    13. Dzikir Hamba kepada Allah Ta’ala

    Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

    قَالَ اللهُ تَعَالَى:"قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِيْ نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ "فَإذَا قَالَ العَبْدُ : الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ , قَالَ الله تَعَالَى: "حَمِدَنِى عَبْدِى". وَإِذَا قَالَ: الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ, قَالَ الله تَعَالَى :"أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِى" . وَإِذَا قَالَ: مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ, قَالَ الله تَعَالَى : "مَجَّدَنِى عَبْدِى" . وَقَالَ مَرَّةً: "فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِى"-فَإِذَا قَالَ: إيَّاكَ نَعْبُدُ وَ إيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. قال "هَذَا بَيْنِيْ وَ بَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ", فَإِذَا قَالَ إهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ, قَالَ الله تَعَالَى :"هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَاسَأَلَ"
                “Aku (Allah SWT) membagi sholat menjadi dua bagian . Satu bagian untuk-Ku dan satu bagian untuk hamba-Ku dan Aku akan memberikan apa yang diminta hamba-Ku. Ketika hamba-Ku berkata:”Al-Hamdulillahi Robbil ‘Alamiin”, maka Allah SWT berfirman:”Hamba-Ku telah memuji-Ku.” Dan ketika hamba-Ku berkata:”Ar-Rohmaanir Rohiim”, maka Allah SWT berfirman: ”Hamba-Ku menyanjung-Ku.” Dan ketika hamba-Ku berkata:”Maaliki Yaumiddiin.” Maka Allah SWT berfirman:”Hamba-Ku memuji-Ku.” dalam riwayat lain Allah berfirman”Hamba-Ku menyerahkan diri kepada-Ku.” Maka ketika hamba berkata:” Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin.” Allah SWT berfirman :”Inilah  perjanjian antara Aku dan hamba-Ku dan untuk hamba-Ku apa yang dia minta.” Kemudian ketika hamba berkata:”Ihdinash-Shiroothol Mustaqiim Shirootholladziina an’amta’alaihim ghoiril maghdluubi’alaihim waladldloolliin.”, maka Allah SWT berfirman: ”Inilah (hak) hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta.[14].

    14. Amin Malaikat

    Malaikat senantiasa meng-amin-i serta memohonkan pengampunan dan keselamatan selama seseorang masih berada di tempat sholat sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
               
    إِذَا أَمَّنَ اْلإمَامُ فَأَمِّنُوْا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِيْنُهُ تَأْمِيْنَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Ketika Imam membaca “Amiin”, maka bacalah “Amiin”, karena sesungguhnya orang yang bacaan “Amiin”nya bersamaan dengan bacaan “Amiin” Malaikat, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu[15]

     15. Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar

    Sebagaimana firman Allah Ta’aalaa dalam firman Allah:
    أُتْلُ مَا أُوْحِيَ إلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أكْبَرُ واللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
    Bacakanlah apa yang Kami wahyukan kepada kamu dari Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tegakkanlah sholat, karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar dan sesungguhnya mengingat Allah SWT itu (perkara) yang sangat besar dan Allah SWT mengetahui apa-apa yang kalian lakukan.”(QS Al-Ankabut :45)

    16. Meneguhkan Hati Sehingga Tidak Mudah Mengeluh

    Sebagaimana firman Allah:

    إِنَّ اْلإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا  وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا  إِلاَّ الْمُصَلِّيْنَ  الَّذِيْنَ هُمْ عَلَى صَلاَتِهِمْ دَائِمُوْنَ
    “Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan lemah, jika mendapat keburukan maka mereka mengeluh, dan jika mendapat kebaikan maka mereka begitu pelit, kecuali orang-orang yang selalu menjaga dan melanggengkan sholat” QS al Ma’aarij: 19-23.

    17. Menyelamatkan Tubuh Anggota Sujud dari Api Neraka

    Sebagaimana hadits panjang dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:

    وَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَانَى جَهَنَّمَ فَأَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ يَجُوْزُ مِنَ الرُّسُلِ بِأُمَّتِهِ وَلاَ يَتَكَلَّمُ يَوْمَئِذٍ أَحَدٌ إِلاَّ الرُّسُلُ وَكَلاَ مُ الرُّسُلِ : أَللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ . وَفِى جَهَنَّمَ كَلاَ لِيْبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ هَلْ رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ ؟ قَالُوْا: نَعَمْ,قَالَ:فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلاَّ اللهُ تَعَالَى تَخْطِفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ فَمِنْهُمْ مَنْ يُوْبَقُ بِعِلْمِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُخَرْدَلُ ثُمَّ يَنْجُوْ حَتَّى إذَا أَرَادَ الله رَحْمَةَ  مَنْ أَرَادَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ أَمَرَ الْمَلاَئِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوْا مِنَ النَّارِ مَنْ كاَنَ يَعْبُدُ اللهَ فيَعْرِفُوْنَهُمْ بِآثَارِ السُجُوْدِ وَحَرَّمَ اللهُ تَعَالَى عَلَى النَّارِ أَنْ تَأكُلَ مَوْضِعَ السُجُوْدِ  فيَخْرُجُوْنَ وَقَدِ امْتَحَشُوْا فيُصَبُّ عَلَيْهِمْ مَاءُ الْحَيَاةِ فيَنْبُتُوْنَ نَبَاتَ الْحَبَّةِ فِىْ حَمِيْلِ السَّيْلِ

    “Dibentangkan jembatan (shirot) di atas dua sisi neraka Jahannam. Aku kemudian menjadi orang yang pertama kali melewatinya di antara para rasul dengan umatnya, dan tidak satupun orang yang berbicara pada hari itu kecuali para rasul dan perkataan rasul saat itu adalah :”Ya Alloh, selamatkan, selamatkanlah.” Dan di neraka Jahannam ada banyak jangkar (besi yang bengkok ujungnya untuk mengorek bara api) yang seperti duri pohon Sa’daan. Apakah kalian mengetahui duri pohon Sa’daan?” Para sahabat menjawab:”Ya.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Sesungguhnya (jangkar )itu seperti duri pohon Sa’daan, tetapi tidak ada yang tahu kadar besarnya (jangkar) itu kecuali Allah SWT. Jangkar itu menyambar-nyambar manusia sebab perbuatan-perbuatan mereka. Kemudian di antara mereka ada orang yang tersobek dikarenakan ilmunya dan diantara mereka ada orang yang  terpotong dan ia selamat sampai ketika Allah menghendaki rahmat kepada orang yang dikehendaki menjadi Ahli Neraka, maka Alloh SWT memerintahkan kepada para malaikat agar mengeluarkan dari Neraka, orang yang menyembah Alloh SWT kemudian para malaikat itu mengenalinya dari bekas-bekas sujud dan Alloh SWT mengharamkan api neraka untuk memakan anggota sujud. Kemudian mereka keluar (dari neraka) dan sungguh mereka terbakar hingga mengelupas (kulitnya). Kemudian mereka disiram dengan air kehidupan, kemudian (kulit mereka) tumbuh seperti tumbuhnya biji-bijian yang dibawa air”[16] 

    18. Mempersiapkan Hamba untuk Dapat Bersujud kepada Allah Ta’aalaa di Saat Semua Makhluk Diperintahkan Bersujud Kepada-Nya.

    Sebagaimana hadits dari Abu Sa’id ra bahwa dia dengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    يَكْشِفُ رَبُّنَا عَنْ سَاقٍ فَيَسْجُدُ لَهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ وَيَبْقَى مَنْ كاَنَ يَسْجُدُ فِى الدُّنْيَا رِيَاءً وسُمْعَةً فَيَذْهَبُ لِيَسْجُدَ فَيَعُوْدُ ظَهْرُهُ طَبَقًا وَاحِدًا
    Tuhan kami membuka betis, maka semua orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu bersujud.  Dan tetap (berdiri/tidak dapat sujud) orang yang ketika di dunia bersujud karena riya’ dan sum’ah, kemudian mereka berusaha untuk bersujud tetapi punggungnya kembali tegak (tidak dapat bersujud).”[17]

    19. Dipersiapkan Pintu Khusus Saat Memasuki Surga

    Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    [مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيْلِ اللهِ نُوْدِيَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ: يَا عَبْدَ اللهِ هَذَا خَيْرٌ. فَمَنْ كاَنَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ وَمَنْ كاَنَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ. وَمَنْ كاَنَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَانِ. وَمَنْ كاَنَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ]. فَقَالَ أَبُوْ بَكْرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى يَارَسُوْ لَ الله : مَا عَلَى مَنْ دُعِيَ مِنْ تِلْكَ الاَبْوَابِ مِنْ ضَرُوْرَةٍ فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الاَبْوَابِ كُلِّهَا .فَقَالَ صلّى الله عليه وسلّم :[نَعَمْ, وَأَرْجُوْ أَنْ تَكُوْنَ مِنْهُمْ]

    Barangsiapa yang (secara rutin) mendermakan di jalan Allah Swt dua bilangan (dari berbagai jenis harta benda), maka dia akan dipanggil dari beberapa pintu surga: ”Wahai hamba Allah, inilah (perkara) yang baik.”. lalu barangsiapa yang termasuk Ahli Sholat, dia akan dipanggil dari pintu sholat. Dan barangsiapa termasuk ahli jihad, dia akan dipanggil dari pintu jihad. Dan barangsiapa yang termasuk ahli puasa, dia akan dipanggil dari pintu royyan. Dan barangsiapa yang termasuk ahli shodaqoh, dia akan dipanggil dari pintu shodaqoh. Kemudian Abu Bakar Ash-Shidiq ra berkata:”Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, tidak ada orang yang sangat memerlukan untuk dipanggil dari (semua) pintu-pintu tersebut, (akan tetapi) adakah orang yang dipanggil dari semua pintu-pintu itu?” Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab: ”Ia, ada, dan aku berharap kamu termasuk salah satu di antara mereka.”.[18]

    20. Bisa Bertemu dan Menyertai Rasulullah
    Shallallahu alaihi wasallam di Surga

    Sebagaimana hadits dari Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslamy ra. Ia berkata:

    كُنْتُ أَبِيْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوْئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي: [سَلْ!] فَقُلْتُ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِى الْجَنَّةِ . قَالَ: [أَوَغَيْرَ ذَلِكَ؟] قُلْتُ : هَوَ ذَاكَ . قال: [فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ]

    “Aku biasa melewati malam bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk membawakan air wudhu dan memenuhi kebutuhan beliau. (suatu kesempatan) Beliau bersabada kepadaku: “Memintalah!” aku menjawab: “Saya meminta bisa menyertai engkau di surga” beliau bersabda: “Adakah selain itu?” aku menjawab: “Hanya itu (saja)” beliau bersabda: “(kalau begitu) maka tolonglah diriku atas dirimu dengan memperbanyak sujud!” [19]


    21. Menjadi Cahaya Kegelapan Bagi Orang yang Sholat

    Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Malik Al-Asy’ari radia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

    الطَّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ وَسُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله تَمْلأَنِ-أَوْ تَمْلأُ-مَابَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُوْرٌ
    Membersihkan diri itu sebagian dari iman, dan kalimat SUBHAANALLAH WAL-HAMDULILLAH itu memenuhi antara langit dan bumi, serta sholat itu menjadi cahaya”[20]

    22. Sholat Menjadi Pelindung di Dalam Kubur

    Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    إِنَّ الْمَيِّتَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَإِنَّهُ يَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ حِيْنَ يُوَلُّوْنَ عَنْهُ فَإِنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَانَتِ الصَّلاَةُ عِنْدَ رَأْسِهِ

    “Sesungguhnya jika mayyit diletakkan di dalam kuburnya, sungguh ia mendengar derap sandal orang-orang yang mengiringinya sehingga mereka berbalik meninggalkannya. Maka jika  mayyit itu seorang mukmin, (amalan) sholat berada di sisi kepalanya[21]






    [11] HR Bukhari/413 Kitab as shalat Bab Liyabzuqanna an Yasaarihi ua tahya qadamihi al yusra
    [12] HR Bukahri /416 Kitabus shalat Bab Dafnin nukhamah fil masjid
    [13] HR Bukhari/406 Kitabus shalat Bab  …Buzaaq bil yad minal masjid
    [14] HR Muslim/395 (Kitabus Shalat Bab Wujubi Qiro’atil Fatihah fi kulli rak’ah). Imam Ahmad /7841 (Musnad Abi Huroiroh ra). Imam Ibnu Hibban/1792 Bab Shifatis shalat
    [15] HR Bukhari/780 (Kitabul Adzan Bab Jahril Imam bit Ta;min. Muslim/410 Kitabus shalat Bab at tasmi’
    [16] HR Bukhari/806 (Kitabul Adzan Bab Fadhlis sujud). Muslim/182 (Kitabul Iman Bab Ma’rifat Thariqir ru’yah)
    [17] HR Bukhari/4919 Kitab Tafsir al Qur’an Bab [Yauma Yuksyafu an Saaqin]. QS al Qalam:42]
    [18] HR Bukhari/1897 Kitabus Shaum Bab Ar Rayyan Lis shaa’imin
    [19] HR Muslim/489 Kitabus shalat bab fadhlissujud wal hatsts alaih. HR Nasai/1134
    [20] HR Muslim/223 Kitabut Thaharoh Bab Fadhlil Wudhu
    [21] HR Ibnu Hibban/3103 Juz 5 hal 45 Pasal Fi Ahwaalil Mayyit fi qabrihi

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM


    Streaming Islam Android App on Google Playstore

    follow me

    VISITOR

    free counters