Haji

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating


    Alloh swt mewajibkan hamba-hambaNya (yang mampu) untuk melaksanakan haji ke Baitulloh yang mulia agar mereka menyaksikan (memperoleh) manfa’at-manfaat yang kembali kepada diri mereka.Diantara manfa’at-manfaat itu  adalah:
    1.       Supaya kaum muslimin  dari seluruh penjuru dunia saling mengenal dan mengambil faedah satu sama lain
    2.       Agar ibadah haji tersebut mengumpulkan mereka dalam tempat yang satu dan atas dasar agama yang satu,mereka mengharapkan rohmat Alloh dan takut akan adzab-Nya.Dengan demikian tercipta ikatan yang sempurna dan persatuan yang abadi antara umat islam.
    3.       Sesungguhnya dalam haji terdapat kesempurnaan ‘ubudiyah (penghambaan) sekaligus puncaknya,karena ibadah haji memuat amaliyah-amaliyah yang tidak menyenangkan nafsu dan akal sehingga pelaksanaannya adalah karena menjalankan perintah semata.hal ini yentu merupakan puncak dari kehambaan dan merendahkan diri.
    4.       Ibadah haji adalah sarana yang akan membersihkan jiwa mereka sekaligus memecah kuatnya nafsu mereka,yaitu dengan menghindarkan mereka dari memakai pakaian yang dijahit saat ihrom serta meninggalkan berbagai kesenangan dan perhiasan hingga manusia sadar akan fananya dunia.Karena ketika orang yang melaksanakan haji melepas pakaiannya dan memakai pakaian yang tidak dijahit maka ia pun mengingat mati dan keadaannya yang terlepas dari pakaian-pakaian dunia.
    5.       Bahwa dengan berkumpulnya mereka di padang mahsyar untuk mengakui dosa dan memohon ampunan dari Robb mereka membuat mereka mengingat saat mereka berdiri dihadapan Dzat yang Maha bijaksana,yaitu di hari dimana keturunan dan harta tidak berdaya untuk memberi manfaat,melainkan orang yang datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat.
    6.       Bahwa dengan berkumpulnya mereka di bumi yang disucikan untuk melaksanakan ritual-ritual haji  seperti berdzikir,membaca sholawat dan membaca tasbih,semua itu akan menghapus dosa-dosa dan menjamin mereka untuk meraih apa yang mereka harapkan.Selain sebagai balasan atas jerih payah,kesukaran dan kesulitan yang mereka lalui untuk menggapai ridlo Alloh swt.[1]
    7.       Diantara manfaat-manfaat haji ada juga yang bersifat duniawi sebagaimana diisyaratkan Alloh dalam firmanNya: [ليس عليكم جناح ان تبتغوا فضلا من ربكم ].Hal ini merupakan sebuah rukhshoh (dispensasi) yang diberikan oleh Alloh,bukan yang lain.Jika ini ditinggalkan justru lebih baik.Apapun,niat harus benar-benar diperhatikan untuk urusan seperti ini.Bila niatnya sudah benar,maka ungkapan hikmah mengatakan:
    اذا صح اصل النية لم تعترضه العوارض
    Apabila niat benar,maka  rintangan apapun tidak akan mampu menghalangi..
    Dari sahabat Anas bin Malik ra,Rosululloh saw bersabda :
    يأتى على الناس زمان تحج اغنياء امتى للنزهة واوسا طهم للتجارة وقراءهم للرياء والسمعة وفقرأهم للمسئلة – اخرجه ابو الفرج
    Suatu zaman akan mendatangi manusia yang dimana pada zaman itu orang-orang kaya dari umatku melaksanakan haji untuk rekreasi,orang-orang menengah mereka melaksanakannya untuk  berdagang,orang-orang fasih dari mereka melaksanakannya untuk riya’ dan sum’ah dan orang-orang miskin mereka melaksanakannya untuk meminta-minta.. (HR.Abul Faroj)
    Maka bersungguh-sungguhlah orang yang melakukan haji untuk membersihkan niat mereka dari tujuan-tujuan tersebut.
    Apabila haji tidak mengandung manfaat-manfaat selain yang sudah disebutkan tadi maka itu sudah cukup untuk mendorong manusia agar malaksanankannya dan mempergunakan kesempatan untuk melaksanakannya.Alloh berfirman dalam sebuah hadis qudsi:
    ان عبدا اصححت له جسمه ووسعت عليه فى المعيشة تمضى عليه خمسة اعوام لم    الى      - اخرجه ابو حاتم وابن حبان
    Sungguh,seorang hamba yang telah Aku beri kesehatan dan Aku luaskan rizkinya,kemudia berlalu lima tahun sedang ia tidak                                maskudnya setelah gugurnya kewajiban-kewajiban yang lain.
     Adapun dalil yang menjelaskan bahwa haji mampu menghancurkan sesuatu yang terjadi sebelumnya (kekafiran)serta manjadikan orang yang melaksanaknnya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.Bahwa haji akan membuat seseorang terampuni dosanya,baik ayng telah lalu dan akan datang,bahwa haji adalah amalan yang paling uatama setelah iman,jihad dan bahwa orang-orang yang melaksanakan haji dan ‘umroh adalah tamu-tamu Alloh azza wajalla serta bahwa doanya orang yang haji tidak akan ditolak sampai doa tersebut terwujud,dalam riwayat lain: sampai ia kembali (ke tanah airnya),dan redaksi kembali lebih umum daripada redaksi terwujud (doanya),dan bahwa orang yang haji akan memberi syafa’at kepada orang yang ia doakan.Dalam hal ini Rosululloh saw bersabda:
    اللهم اغفر للحاج ولمن استغفر له الحاج  -  اخرجه البيهقى وصححه الحاكم
    Ya Alloh,ampunilah orang yang melaksanakan haji dan orang yang dimintakan ampun oleh orang yang melaksanakan haji  [HR.Baihaqi dan dishohihkan oleh Hakim]





    [1] Alloh berfirman dalam sebuah hadis qudsi: “Aku bersama persangkaan hambaKu kepada-KU.Dan Aku bersamanya saat ia berdzikir mengingatKu.Apabila ia mengingatKu sendirian maka Akupun akan mengingatnya dengan sendirian pula.Apabila ia mengingatKu dalam sebuah perkumpulan,Aku akan mengingatnya dalam sebuah perkumpulan yang lebih baik 

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters