Menyambut Nuzul Ilaahi pada Sore Hari

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating



    ِإبْنَ أدَمَ , أُذْكُرْنِيْ سَاعَةً مِّنْ أَوَّلِ النَّهَارِ وَسَاعَةً مِّنْ أخِرِهِ أَغْفِرُ لَكُمْ مَا بَيْنَ ذلِكَ إِلاَّ الْكَبَائِرَ أَوْ تَتُوْبَ مِنْهَا
    Wahai manusia!ingatlah kepadaKu sesaat pada permulaan dan akhir hari, maka Aku Ampunkan segala yang kamu lakukan di antara keduanya (permulaan dan akhir hari) kecuali dosa-dosa besar (yang tidak pernah diampunkan) sehingga kamu benar-benar bertaubat.
    Takhrij Hadits
    Hadits ini tertulis dalam kitab Al Mahajjah Fii Sairid Duljah Hal 62 Cet 3 tahun 1409 H atau 1988 karya Al Hafizh Ibnu Rojab Al Hambali. Di sana, Ustadz Mukhtar Ghozzaawi mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nuaim dari Abu Huroiroh ra.
    Syarah Hadits
    Selama seseorang mengaku sebagai manusia biasa (bukan seorang nabi) dan selama manusia tersebut senantiasa masih merasa menghembuskan udara maka tidak patut atau sangat tidak dipercaya bahwa dia mampu berlepas dari jerat-jerat maksiat. Begitu mudah dan seringkali kita melakukan dosa, lepas apakah dengan kealapaan atau karena kesengajaan, yang jelas dengan melakukan kemaksiatan berarti manusia ikut andil memberikan kebahagiaan kepada setan. Kendati demikian, Alloh dengan Maghfiroh dan RohmahNya yang lebih luas daripada dosa-dosa manusia telah mempersiapkan banyak sekali sarana bagi manusia untuk menghapus noda-noda dosa. Dalam berbagai nash ayat Alqur’an dan Hadits dapat kita jumpai sarana-sarana pembersih tersebut, antara lain Sholat lima waktu, sholat juma’at, puasa Roamadlon, ibadah haji dan umroh dll. Yang intinya jika setan telah menebar banyak sekali lumpur dan kotoran dosa maka Alloh swt telah menyiapkan bagi hambaNya aneka ragam deterjen pembersihnya.
    Salah satu deterjen pembersih dosa itu adalah berdzikir kepada Alloh di waktu pagi dan sore hari. Hadits di atas diperkuat oleh banyaknya nash-nash Alqur’an yang secara jelas menyebutkan waktu pagi dan sore hari. Alloh berfirman:
    يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوااذْكُرُوااللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةَ وَّأَصِيْلا
    “Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kalian kepada Alloh sebanyak-banyaknya. Dan sucikanlah Dia di waktu pagi dan sore hari”. QS Al Ahzab:41-42)
    Kemulian waktu pagi dan sore hari (Thorofayin Nahar) dikarenakan dalam dua waktu itu ada amal wajib dan amal sunnah. Amal wajib yaitu sholat Subuh dan Ashar yang menempati keutamaan tertinggi dalam komunitas sholat lima waktu. Sebab kemungkinan terbesar Sholat Wustho ada dalam dua sholat ini. Bahkan secara khusus Rosululloh menyebutkan keutamaan sholat Subuh dan Ashar “Barang siapa sholat subuh dan ashar (Bardain) maka dia pasti masuk surga” HR Bukhori. Sedang amal sunnah adalah berdzikir setelah sholat subuh hingga terbit matahari (Isyroq) serta berdzikir selesai sholat Ashar sampai matahari terbenam (Ghurub).
    Nilai tambah waktu pagi (Bukroh atau Ghuduwwa ) dan sore (Ashiila atau Asyiyya) juga diperoleh dari keberadaan waktu tersebut yang digunakan khusus untuk melihat Dzat Alloh ( Ru’yatulloh) di surga bagi kalangan eksklusif penduduk surga (Khowaashu Ahlil Jannah). Perlu diketahui bahwa nikmat terbesar dan yang paling indah serta paling membahagiakan penduduk surga adalah ketika Dzat Alloh bisa mereka lihat. Akan tetapi di antara mereka berbeda satu sama lain dalam jarak waktu dan tempat melihat Alloh. Perbedaan ini berangkat dari perbedaan amal ibadah yang mereka lakukan di dunia.
    Waktu sore yang menyenangkan
    Segala kebaikan ada pada meniti jejak langkah orang salaf dan semua kehancuran bermula dari menuruti ulah manusia sekarang (kholaf) yang sering sekali salah langkah. Orang salaf memiliki kebiasaan menghabiskan waktu pagi dan sore hari untuk beribadah dan berdzikir kepada Alloh. Terutama di sore hari, perhatian dan konsentrasi (Ta’zhim) mereka semakin bertambah. Ibnu Mubarok mengatakan, “Telah sampai kepadaku bahwa barang siapa yang menutup harinya dengan berdzikir kepada Alloh maka seluruh hari yang dia jalani ditulis sebagai dzikir”. Sementara itu Jaelan bin Farwah atau Abu Jald yang juga termasuk perowi terpercaya versi Imam Ahmad, mengatakan: Aku mendengar bahwa Alloh dalam setiap sore hari turun ke langit dunia untuk melihat amal perbuatan manusia.
    Dalam mimpi, salah seorang salaf bertemu dengan Abu Ja’far Al Makhzumi. Dalam pertemuan itu Abu Ja’far berpesan kepadanya: Katakan kepada Abu Hazim (Salamah bin Dinar) bahwa sesungguhnya Alloh dan para malaikat senantiasa mengintip aktivitasnya di sore hari. Perlu diketahui bahwa Abu Hazim yang seorang ahli hikmah ini dalam setiap sore hari memiliki aktivitas rutin memberikan pengajian.
    Kemuliaan sore hari mengalahkan pagi hari semakin jelas dengan sebuah hadits yang artinya, “Sesungguhnya dzikir setelah subuh lebih utama daripada memerdekakan empat budak. Sedang dzikir setelah ashar lebih utama daripada memerdekakan delapan budak” HR Ahmad - Thobaroni. Di samping itu sore hari jum’at lebih utama daripada pagi hari jum’at karena dalam sore hari (setelah ashar) ada waktu mustajabah untuk berdo’a. Begitu pula waktu sore hari arofah lebih utama daripada pagi hari karena pada waktu itu saatnya untuk wuquf.

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters