Arti Pertambahan “Umur” dan “Rizqi

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating




    Semoga anda panjang umur! , ucapan do’a ini seringkali terdengar di telinga kita, terutama saat acara ulang tahun, dan semoga Alloh melapangkan rizqi saudara!, ucapan inipun sangat akrab kita ucapkan dan dengarkan saat kita menerima pemberian atau sedang memberikan sedekah dan hadiah kepada orang lain. Pertambahan umur dan kelapangan rizqi ini disinggung dalam sebuah hadits Rosululloh Saw dari Anas bin Malik ra:
    مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
    Barang siapa yang mendambakan dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan usianya maka hendaknya dia menyambung sanak kerabatnya” Muttafaq Alaihi.
    Umur yang panjang adalah umur yang berkah, artinya umur itu dihabiskan untuk melakukan ketaatan kepada Alloh, sebab umur itu tidak dihitung atau tiada gunanya kecuali yang digunakan untuk menjalankan ketaatan, dan begitu pula dengan rizki, rizki yang luas adalah rizki yang berkah yang bisa dinikmati dan tidak menjadi fitnah bagi pemiliknya. Tentang ungkapan “Kelapangan dan Perpanjangan usia” dalam hadits di atas ada sebuah pertanyaan: Bukankah ajal dan rizqi itu sudah ditakdirkan? Ada beberapa jawaban dari para ulama tentang hal ini;
    (1) Maksud pertambahan (Ziyadah), dalam usia adalah diberi karunia usia yang “berkah” yang dihabiskan dan diisi hal – hal yang bermanfaat untuk akhirat serta terlindung dari menyia – nyiakan usia.
    (2) Pertambahan itu hanya terlihat pada lingkup pengetahuan malaikat yaitu dalam Lauh Mahfuzh, seperti malaikat mengetahui bahwa usia orang ini sebelumnya adalah 60 tahun, tetapi karena dia bershilaturrohim maka ditambah menjadi 100 tahun, perubahan ini sudah ada dalam lingkup ilmu Alloh sebelumnya, artinya Alloh telah mengetahui bahwa pertambahan ini pasti terjadi, inilah makna dari firman Alloh: “Alloh menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki”QS ar Ro’d: 39, jadi dalam kepastian yang berhubungan dengan ilmu Alloh, perubahan dan pertambahan itu tidak terjadi, bahkan mustahil terjadi, dan sekali lagi perubahan itu hanya tampak dalam pengetahuan makhluk Alloh, yaitu para malaikat yang mengerti apa yang sudah tercatat di Lauh Mahfuzh.
    (3) Maksud dari usia yang panjang adalah bahwa orang yang bershilaturrohiim akan terus dikenang segala kebaikan – kebaikannya, nama harumnya akan selalu menghias pembicaraan orang – orang setelahnya. Ibnu at Tiin, seperti dilansir oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari, berkata: Bershilaturrohiim menjadi sebab mendapat pertolongan dari Alloh untuk menjalankan ketaatan serta mendapat perlindungan (Shiyaanah) dariNya dari kemaksiatan, akhirnya nama baiknya akan selalu dikenang hingga dia sepertinya masih hidup dan belum meninggal.
    Selain ketiga jawaban dtersebut, ada pula riwayat dari Abu Darda’ ra: Ketika disebut di hadapan Rosululloh Saw bahwa barang siapa yang bershilaturrohim maka akan dipanjangkan umurnya, beliau Saw bersabda: Tidak ada pertambahan umur, Alloh telah berfirman: “Dan ketika ajal mereka datang akan diundur atau diajukan”QS an Nahl: 61, akan tetapi orang yang bershilaturrohiim akan mempunyai keturunan yang baik yang senantiasa mendo’akannya”HR Thobaroni.

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters