Trik Jitu Menghasilkan Banyak Rizki

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating


    Segala puji bagi Allah, Rabb semesta yang selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Dalam surat Attholaq ayat 2 dan 3 adalah bukti nyata atas kepeduliannya. Shalawat dan salam untuk Rasulullah, sayyidul anam, beserta keluarga, dan para sahabatnya.

    Allah SWT berfirman yang artinya:

     “barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar.  Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” ( QS Ath Thalaq 2-3)

    Dalam ayat ini, Allah SWT telah memberikan beberapa poin sebagai jalan jkeluar bagi siapa saja yang ingin mendapatkan jalan keluar diwaktu tertimpa problem, rizqi yang takterjangkau akal sebelumnya, dan ia menjamin senua beban dengan bertawakkal kepadanya.

    Kesimpulannya, jika anda ingin sukses, cukup satu yang anda perlukan. Taqwa.

    1.                   Apa itu taqwa?

    Dalam kitab Dalil Assailin disebutkan, asal kata takwa berarti upaya hamba menjadikan batas pelindung antara dirinya dengan sesuatu yang dia takuti dan khawatirkan, agar selamat darinya. Maka hamba yang bertakwa kepada Rabb-Nya adalah menjadikan batas pelindung antara dirinya dengan murka dan siksa Tuhannya, yaitu dengan mentaati perintah-Nya dan menjauhi maksiat.

    Sedangkan menurut fersi Imam Ali bin Abi Thalib radliyallah 'anhu , "takwa adalah al Khaufu minal Jalil (takut kepada Allah yang Mahaagung), al 'Amal bil Tanziili (mengamalkan al Qur'an dan al Sunnah), al Ridla bil Qalil (ridla atas pembagian rizki yang sedikit), dan al isti'dad liyaum al Rahiil (mempersiapkan diri untuk perjalanan di akhriat)."

    Definisi tersebut diatas mengartikan bahwa tidaklah seseorang bisa dikatakan bertaqwa kecuali jika ia meyakini adanya Allah, dan ia mempunyai usaha agar tidak dimurkai oleh Allah yang telah menciptakanya, kebutuhannya dan segala yang terbesit dalam benaknya, yaitu dengan cara mentaati semua perintah dan menjauhi segala larangannya, karena menjauh lebih  meyakinkan. Maka jika engkau sudah memenuhi dua aspek diatas tunggulah janji yang sudah Allah nyatakan.

    Pada kenyataannya, takwa adalah kunci segala solusi, kunci membuka rizki, kunci kebahagiaan, kunci kejayaan dan kunci segala tujuan. Takwa adalah kunci.

    Oleh sebab itu, sangat wajar seorang Ibnul Qayyim dalam Fawaid-nya mengatakan, "Nabi Sulaiman 'alaihis salam berkata, 'kami telah mempelajari semua ilmu yang telah dipelajari manusia dan belum mereka pelajari. Namun, kami tidak mendapatkan ilmu yang paling agung daripada bertakwa kepada Allah. Karena itulah bila engkau ingin memberi nasehat kepada seseorang yang engkau cintai; anakmu, temanmu, atau tetanggamu, maka nasihatilah mereka agar bertakwa kepada Allah'."

    Mu'adz bin Jabal ketika pergi ke Yaman untuk berdakwah, mengajak manusia untuk menyembah satu tuhan yang ini merupakan perkara dahsyat yang tidak semudah membalikkan tangan. Akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kunci sukses hanya satu perkara, beliau bersabda:

    "Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya (perbuatan baik) akan menghapusnya (perbuatan buruk). Dan berperilakulah terhadap sesama manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Ahmad dan al Tirmidzi, beliau menghasankannya).

    Maksud sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada" adalah bertakwa kepada Allah di manapun berada, baik di tempat sepi maupun di tempat ramai. Bertakwalah di semua situasi dan kondisi. Jangan lah engkau bertakwa ketika berada di tengah-tengah manusia, namun ketika sendiri engkau tidak bertakwa. Sesungguhnya Allah melihat kamu di manapun kamu berada, maka bertakwalah kepada-Nya di manapun kamu berada.

    Sebagian ulama salaf berkata, "wahai anak Adam, ketika kamu melakukan kemaksiatan mengapa kamu beranggapan ada Dzat yang mengawasimu. Dan ketika kamu merasa bersama Allah mengapa kamu tetap melakukan kemaksiatan dan tidak malu sebagaimana kamu malu kepada makhluk-Nya. Kamu adalah salah satu dari dua orang; pertama, jika kamu mengira Dia tidak melihatmu, maka kamu telah kafir.Kedua, dan jika kamu tahu bahwa Dia melihatmu (sedangkan kamu tidak malu sebagaimana kamu malu terhadap makhluk-Nya yang lemah) maka kamu telah lancang."

    Dalam suatu kesempatan Umar Bin Khottob pernah bertanya kepada Ubay Bin ka'ab tentang TAQWA. (Semoga Alloh meridhoi keduanya)

    ‏Umar berkata              : Apa yang dimaksud dengan TAQWA ya Ubay ?

    Ubay Menjawab          : Apakah engkau pernah berjalan dilembah yang berduri ?

    Umar                           : iya

    Ubay                           : lalu apa yang egkau lakukan ?

    Umar                           : Aku akan menyingsingkan pakaianku dan berjalan hati-hati

    Ubay                           : Itulah Taqwa.

    dari kisah tersebut maka Ibnu Mu'taz Rohimahulloh bersya'ir, yang artinya :


    Menjauhi dosa yang kecil maupun besar

    Itulah taqwa

    Dan perbuatlah bagikan seorang yang berjalan diatas bumi

    Yang dipenuhi duri

    Maka diapun berhati-hati

    Jangan engkau anggap remeh dosa-dosa kecil

    Karena gunung tumpukan dari kerikil kecil

    2.                       Kenapa harus bertakwa?

    Berdasarkan kenyataan, Sesungguhnya hamba sangat membutuhkan takwa dalam segala kondisi. Bahkan kebutuhan kita kepada takwa lebih dari butuhnya kepada air dan udara. Karena siapa yang bertakwa kepada Allah akan mendapatkan solusi dari setiap persoalan yang dihadapinya, akan mendapatkan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka, mendapat petunjuk kepada kebenaran sehingga bisa membedakan yang hak dan yang batil, mendapat tambahan ilmu, dan masih banyak manfaat takwa lainnya. pada intinya bahwa takwa adalah pokok segala kebaikan dan sumber dari segala kebaikan dunia dan akhirat. Karenanya, Allah berwasiat sendiri kepada hamba-hamba-Nya yang terdahulu dan yang kemudian.

    Sebaliknya, siapa yang tidak bertakwa kepada Allah akan mengalami kehinaan dan segala persoalannya tak akan beres. Sesunggunya maksiat yang menjadi lawan takwa, akan menyebabkan keruhnya hidup, menghalangi rizki, dan menyebabkan kerasnya hati.

    Abu Sulaiman al Darani rahimahullah berkata, "Demi Allah kadang aku bermaksiat kepada Allah, lalu aku merasakan (pengaruhnya itu) pada watak hewanku dan juga istriku." Artinya sampai hewanpun tidak setuju dengannya (Maksiat kepada Allah).

    3.                      Sifat takwa dalam Al Qur'an

    Al Qur'an al Kariim tidak menyebutkan takwa secara definitif. Al Qur'an menyebutkannya dengan sifat-sifat orang bertakwa yang mudah di tiru dan diteladani orang yang bertakwa.

    Berikut ini beberapa ayat yang menerangkan sifat-sifat takwa:

    a.       "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memedrekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al Baqarah: 177)

    b.      Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali Imran: 133-135)

    Al Qur'an menyifati orang-orang bertakwa sebagi kaum yang mengimani pokok-pokok keimanan, memegang keyakinannya, mengamalkan amal dzahir dan amal batin, menunaikan ibadah-ibadah badaniyah (fisik) dan ibadah harta, bersabar dalam kesempitan dan ketika dalam peperangan, memaafkan orang lain, bersabar terhadap gangguan orang lain dan berbuat baik kepada mereka, segera beristighfar dan bertaubat ketika melakukan perbuatan nista dan mendzalimi diri sendiri.

    4.                       Resep Taqwa

     Jika manfaat dan khasiatnya sudah jelas, lalu bagaiman cara praktis untuk giat bertaqwa?

    Ada 3 resep yang jika kita melakoninya, mudah-mudahan Alloh Subhanahu Wata'ala menjadikan kita termasuk dari hamba-hamba-Nya yang muttaqin.

    1.      Beriman yang benar kepada Alloh Subhanahu Wata'ala, karena iman kepada Alloh merupakan anak tangga pertama untuk beroleh derajat taqwa. Dan manusia hanya terbagi kedalam dua kelompok, mereka yang beriman kepada Robnya dan mereka yang mengingkari dan kufur terhadap-Nya.

    2.      Senantiasakanlah dirimu berdzikir/mengingat Alloh Tabaroka Wata'ala, maka bagai mana engkau akan bertaqwa sedangkan engkau lupa pada-Nya??!!

    Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (Al-Hasyr:19)

    dan dalam hal ini orang yang beriman hanyalah salah satu dari dua keadaan; yaitu seorang yang mengingat Alloh atau termasuk orang yang lalai dan melupakan Alloh.

    3.      Tidaklah mungkin ketaqwaan itu akan diperoleh kecuali dengan menghadirkan rasa takut dan cemas akan murka Alloh Subhanahu Wata'ala.

    Berarti hanya orang Islam dan beriman saja yang bisa bertakwa kepada Allah. Selain orang Islam, sebaik apapun amal perbuatannya, tidak bisa disebut orang bertakwa. Maka Beruntunglah jika engkau termasuk muslim yang alergi dengan dosa.

    Semoga Allah senantiasa menambah ketakwaan kepada kita dan membantu kita dalam bertakwa kepada-Nya untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat. Amiin…

    Oleh: M. Bahruddin Thohir, tholib ma’had NH

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters