Pentingnya Peran Aktif Dalam Andil Berdakwah

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating



    Oleh K.H M Ihya Ulumiddin
    بسم الله الرحمن الرحيم

    Allah tabaraka wa ta’alaa:
    ”Wahai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapatkan kebaikan (kemenangan)”QS al Hajj: 77.

    Dalam ayat ini Allah membimbing kita bahwa sesungguhnya termasuk pondasi meraih kejayaan adalah berbuat kebajikan karena memang hal ini adalah bagian tidak terpisahkan dari tugas penting yang diperintahkan oleh Allah kepada seorang muslim yang terbina. Ia diperintahkan agar berbuat kebajikan sekaligus menyerukannya sama seperti ia diperintahkan shalat dan beribadah dalam pemahaman universalnya. Hal itu karena berbuat kebajikan sendiri adalah satu corak dari berbagai corak menyebarluaskan dakwah. Dakwah sebagaimana bisa tersebar lewat lidah, tulisan dan media pemberitaan juga bisa tersebar melalui berbuat kebajikan dan peran aktif (amal). (Bahkan yang terakhir) inilah hal yang menjadi target perhatian misi (zending) kristenisasi dan sejenisnya.

    Sampai di sini kita bertanya kepada diri sendiri sebagai anggota sebuah jamaah dakwah sampai di manakah kita mencurahkan peran aktif kita dalam dakwah di saat kita mengetahui bahwa dakwah merupakan pelayanan teragung yang kita suguhkan kepada Islam sebagaimana dikatakan guru saya al Ustadz al Habib Hasan Ba Harun Bondowoso rahimahullah:

    Tidak ada khidmah terbesar seperti menyebarkan agama
    Andai ini tidak (dilakukan) niscaya sirnalah syiar-syiarnya (agama)
    Barang siapa yang beraksi karena Allah dan demi membela kebenaran secara ikhlas
    Maka Allah pasti selalu menolongnya
    Jika pun hari-harinya berlalu karena dakwah
    maka sungguh jejak langkah dan jasa-jasanya akan tetap abadi
    Bukanlah kebanggaan dengan harta karena harta itu sirna
    Dan tidak ada siapapun kecuali sebutan dan peninggalan-peninggalannya

    Adalah termasuk kewajiban kita pada hari ini ialah kembali secara serius menyebarkan luaskan tulisan dan media pemberitaan tentang dakwah menuju jalan yang benar agar keburukan bisa dibedakan dengan kebaikan pada masa ini di mana tulisan telah tersebar luas secara masif. Masa di mana semua orang menulis tentang ilmu; baik orang yang bisa maupun yang tidak bisa, atau orang yang ahli maupun bukan ahlinya sehingga perpustakaan dipenuhi dengan jutaan buku, majalah dan karya-karya tulis sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Sesungguhnya menjelang kiamat (ada fenomena) ucapan salam yang hanya diucapkan di kalangan khusus, perdagangan tersebar luas sehingga seorang isteri membantu suaminya berdagang, pemutusan tali shilaturrahim, persaksian palsu, kesaksian yang benar disembunyikan dan menampaknya (banyaknya) tulisan” (HR Ahmad dan Dawud Thayalisi dari Ibnu Mas’ud ra [shahih li ghairihi])
    Dalam riwayat Imam Nasai (7/244) dari Amar bin Taghlib: ”Sesungguhnya menjelang kiamat....dan ilmu (menampak) tersingkap”. Akan tetapi masih tersisa pertanyaan: Apakah mencari, mempelajari dan menyebarkan ilmu pada masa sekarang ini karena Allah atau selain Allah? Jawabannya ialah: Semua tergantung niat pencari ilmu. Jika karena Allah berarti ilmu menampak. Dan apabila karena selahn Allah seperti untuk mencari pekerjaan, jabatan, bisnis, popularitas, kesenangan, prestise, pamer, untuk diperdengarkan, alat bertengkar dengan orang-orang bodoh, bersaing dengan ulama atau tujuan ini dan itu maka di sinilah kami mengatakan tulisan menampak dan kami tidak mengatakan ilmu menampak.

    =والله يتولى الجميع برعايته=





    إِيْقَاظُ الْوَعْيِ فِى أَهْمِيَّةِ الدَّعْمِ
    عَلَى ْالإِسْهَامِ فِى الدَّعْوَةِ

    قال الله تبارك و تعالى:
    [يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَاعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ] الحج:77
    أَرْشَدَنَا اللهُ تَعَالَى فِى هَذِهِ اْلآيَةِ إِلَى أَنَّ مِنْ أَسَاسِ الْفَلاَحِ فِعْلَ الْخَيْرِ ِلأَنَّهُ جُزْءٌ لاَ يَتَجَزَّأُ مِنْ مُهِمَّةِ الْمُسْلِمِ الْوَاعِى الَّتِى أَمَرَنَا اللهُ تَعَالَى بِهَا فَهُوَ مَأْمُوْرٌ بِفِعْلِ الْخَيْرِ وَالدَّعْوَةِ إِلَيْهِ كَمَا هُوَ مَأْمُوْرٌ بِالصَّلاَةِ وَالْعِبَادَةِ ِبـَمفْهُوْمِهَا الْظَامِ وَذَلِكَ أَنَّ فِعْلَ الْخَيْرِ نَفْسَهُ لَوْنٌ مِنْ أَلْوَانِ نَشْرِ الدَّعْوَةِ فَالدَّعْوَةُ كَمَا تَنْتَشِرُ بِاللِّسَانِ وَالْقَلَمِ وَاْلإِعْلاَمِ  تَنْتَشِرُ بِاْلإِحْسَانِ وَالْعَمَلِ وَهَذَا مَا تَحْرِصُ عَلَيْهِ اْلإِرْسَالاَتُ التَّبْشِيْرِيَّةُ وَأَمْثَالُهَا .
    وَمِنْ هُـَنا نَتَسَاءَلُ فِى أَنْفُسِنَا كَجَمَاعَةٍ فىِ الدَّعْوَةِ إِلَى أَيِّ مَدَى إِمْكَانٍ قَدْ بَذَلْـنَا اْلإِسْهَامَ فِى أَجْلِهَا مَعَ عِلْـمِنَا أَنَّهَا أَعْظَمُ خِدْمَةٍ لِلْإِسْلاَمِ كَمَا قَالَ شَيْخِى اْلأُسْتَاذُ الْحَبِيْبُ حَسَنٌ بَاهَرُوْن بُنْدُوُوسُو رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى :
    وَلَيْسَ كَنَشْرِ الدِّيْنِ أَعْظَمُ خِدْمَةٍ # وَلَوْلاَهُ بَيْنَ النَّاسِ ضَاعَتْ شَعَائِرُهُ
    وَمَنْ يَنْتَدِبْ ِللهِ وَالْحَقِّ مُخْلِـــصًا # فَلَيْسَ لَهُ إِلاَّ ْالإِلهُ يُنَاصِرُهُ
    وَإِنْ فَنِيَتْ أَيَّامُهُ مِنْ أَجْلِ دَعْوَةٍ # فقَدْ بَقِيَتْ آثَارُهُ وَذَخَائِرُهُ
    فَمَاالْفَخْرُ بِاْلأَمْوَالِ  وَالْمَالُ زَائِلُ #  وَمَا الْمَرْءُ إِلاَّ ذِكْرُهُ وَمَآثِرُهُ              

    وَكَانَ مِنْ وَاجِبِـنَا الْيَوْمَ أَنْ نَهْتَمَّ بِنَشْرِ الْقَلَمِ وَاْلإِعْلاَمِ فِى الدَّعْوَةِ إِلَى سَوَاءِ السَّبِيْلِ لِيَمِيْزَ الْخَبِيْثُ مِنَ الطَّيِّبِ فِى زَمَانٍ قَدْ فَشَا فِيْهِ الْقَلَمُ فُشُوًّا هَائِلاً وَكَتَبَ فِى الْعِلْمِ مَنْ يُحْسِنُ وَمَنْ لاَ يُحْسِنُ  وَمَنْ هُوَ أَهْلٌ لِذلِكَ وَمَنْ لَيْسَ بِأَهْلٍ  حَتَّى اكْتَظَّتِ الْمَكَاتِبُ بِآلاَفِ اْلآلاَفِ مِنَ الْكُتُبِ وَالْمَجَلاَّتِ وَالْمُصَنَّفَاتِ كَمَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ((إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيْمَ الْخَاصَّةِ وَفُشُوَّ التِّجَارَةِ حَتَّى تُعِيْنَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ وَقَطْعَ ْالأَرْحَامِ وَشَهَادَةَ الزُّوْرِ وَكِتْمَانَ شَهَادَةِ الْحَقِّ وَظُهُوْرَ الْقَلَمِ)) رواه أحمد والطيالسى عن ابن مسعود رضي الله عنه (صحيح لغيره) .وَفِى رِوَايَةِ النَّسَائِى (7/244) عَنْ عَمْرِو بْنِ تَغْلِبَ ((إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ ...وَيَظْهَرُ الْعِلْمُ))
    وَلكِنْ يَبْقَى سُؤَالٌ : هَلْ طَلَبُ الْعِلْمِ وَتَعَلُّمُهُ وَنَشْرُهُ فِى هَذِهِ اْلأَيَّامِ هُوَ ِللهِ أَمْ لِغَيْرِ اللهِ؟ الْجَوَابُ : كُلٌّ عَلَى حَسَبِ نِيَّةِ طَالِبِهِ فَإِنْ كَانَ ِللهِ فَقَدْ ظَهَرَ الْعِلْمُ وَإِنْ كَانَ لِغَيْرِ اللهِ كَابْتِغَاءِ حِرْفَةٍ أَوْ وَظِيْفَةٍ أَوْ تِجَارَةٍ  أَوْ شُهْرَةٍ أَوْ شَهْوَةٍ أَوْ مَنْصِبٍ أَوْ رِيَاءٍ أَوْ سُمْعَةٍ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ كَذَا وَكَذَا فَهَذَا نَقُوْلُ فِيْهِ ظَهَرَ الْقَلَمُ وَلاَ نَقُوْلُ ظَهَرَ الْعِلْمُ .
    =والله يتولى الجميع برعايته=

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters