SEKELUMIT SABDA NABI

    Author: Ittihad Tihad Genre:
    Rating


    "Akan ada sebuah kelompok dari umatku yang selalu berada dalam jalur kebenaran" -Makna Hadits-
    Dekadensi atau sebuah penurunan, merupakan sunnatulloh yang tidak akan mungkin bisa kita hindari. Segala bentuk kejayaan, pengembangan dan kemuliaan akan jatuh pada saatnya Alloh berkenan untuk menurunkannya. Entah dengan kehendakNya sendiri, atau karena campur tangan kesalahan dan keteledoran manusia yang tidak bisa menjaga nikmat.
    Sebagaimana sabda Rosul,
    "Jika engkau berada dalam suatu nikmat (diberi nikmat) maka jagalah, karena sesungguhnya maksiat-maksiat akan menghilangkan nikmat (yang telah diberikan)" -Makna Hadits-
    Dan dalam sebuah ayat Alloh berfirman,
    "yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Alloh sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri (tidak taat dan bersyukur pada Alloh), dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui" Al-Anfal: 53
    Begitu pula yang terjadi pada Islam dan kejayaannya. Di mana saat Islam muncul dalam keadaan asing, tidak dikenal dan dimusuhi. Menjadi agama yang sangat hebat, mulia dan dielu-elukan. Hingga akhirnya kemudian runtuh, jatuh dan kembali dalam keterasingannya. Tiada lain karena adanya sunnatulloh yang berlaku, bahwa segala sesuatu di dunia ini berpasangan, kecuali Dzat Alloh sendiri.
    Diriwayatkan sebuah dialog antara shohabat Hudzaifah ibnul Yaman dan Rosululloh dalam hadits riwayat Imam Bukhori terkait dengan dekadensi Islam tersebut. Di mana saat para shohabat bertanya pada Rosululloh tentang kebaikan, maka beliau bertanya pada Rosululloh tentang keburukan yang mungkin akan muncul. Karena didasarkan pada rasa takut akan hal tersebut. Beliau bertanya pada Rosululloh, "akankah kebaikan yang beliau peroleh (Islam) dari sejak keburukan masa Jahiliyah akan berubah kembali menjadi keburukan...?"
    Rosululloh menjawab, "Ya".
    Masih belum puas dengan jawaban tersebut, beliau bertanya kembali, "Akankah setelah keburukan tersebut muncul kembali kebaikan?"
    Rosululloh menjawab, "Ya, dan saat itu akan terjadi pengrusakan"
    Beliau bertanya lagi pada Rosululloh, "Apa pengrusakan tersebut wahai Rosululloh?"
    Rosululloh menjawab, "Sebuah kaum yang mengarahkan tanpa petunjuk (yang benar). Engkau mengenali mereka dan mengingkari (apa yang mereka perbuat)"
    Beliau bertanya kembali, "Apakah setelah kebaikan tersebut akan muncul kembali keburukan?"
    Rosululloh menjawab, "Ya, (akan muncul) para Da'i yang mengajak pada pintu-pintu Jahannam. Siapapun yang mengikuti jalan mereka, akan mereka jerumuskan ke dalamnya (Jahannam)"
    Beliau bertanya kembali, "Berilah kami petunjuk dengan sifat-sifat mereka"
    Rosululloh bersabda, "Mereka berasal dari kulit (bangsa) kita dan berbicara dengan bahasa kita"
    Beliau kembali bertanya, "Adakah sesuatu yang kau perintahkan padaku jika suatu saat aku bertemu dengan mereka Ya Rosulalloh?"
    Rosululloh menjawab, "Bergabunglah bersama Jamaah Muslimin dan (tunduklah) pada imam mereka"
    Beliau kembali bertanya, "Bagaimana jikalau tidak ada Jamaah Muslimin dan tidak ada seorang Imampun (yang memimpin mereka)...?"
    Rosululloh menjawab, "Tinggalkanlah kelompok-kelompok (sesat) tersebut seluruhnya, meski hingga kau berpegangan pada pokok pohon (menolak ajakan mereka) dan mati dalam keadaan tersebut"
    Sungguh merupakan sebuah dialog yang berisi kebenaran. Sebuah dialog yang merupakan sebuah prediksi akan munculnya kemelut keburukan zaman akhir. Sebuah dialog yang memberikan pandangan pada kita akan datangnya sebuah masalah dan fitnah besar sekaligus memberikan pada kita solusi terbaik untuk menghadapinya. Salah satu bentuk kasih sayang Alloh dan RosulNya pada kita.
    Dan prediksi Rosululloh itulah yang kita rasakan saat ini. Di mana banyak kita temukan beragam kelompok meresahkan yang mengajak kaum Muslimin untuk jauh dari agamanya. Mengarahkan kaum Muslimin pada suatu hal yang bahkan para shohabat khawatir terjerumus ke dalamnya. Pemikiran ekstrem, kaku dan mudah mengkafirkan Muslim lainnya, pemahaman longgar yang bahkan terlalu longgar dalam memahami agama hingga melewati batas-batas yang kebolehan yang dilarang Alloh dan RosulNya. Bahkan hingga munculnya golongan-golongan baru yang mengatas-namakan Islam pembaharuan. Golongan yang merasa dirinya adalah Islam paling benar, Islam yang mengedepankan logika dan perasaan daripada ajaran yang kolot, kuno dan dirasa ketinggalan zaman. Na'udzubillah...
    Inilah ujian kaum Muslimin dari sisi internal. Fitnah yang muncul dari dalam diri kaum Muslimin. Bagaikan duri dalam daging. Kecil, namun menyakitkan dan sangat sulit untuk disembuhkan. Hal ini juga telah dialami sendiri oleh Rosululloh di mana saat itu beliau berhadapan dengan seseorang yang bernama Dzul Khuwaishiroh. Seseorang yang meragukan dan mempertanyakan keadilan beliau dalam pembagian harta rampasan perang Hunain. Hingga hal tersebut membuat Rosululloh marah. Karena siapa lagi yang akan lebih adil daripada beliau yang bertindak dengan hawa nafsu...? Siapa lagi yang akan merasa dirinya lebih pandai daripada beliau yang mendapatkan bimbingan dan wahyu langsung dari Alloh...?
    Dari kejadian itulah, Rosululloh memberikan prediksi dan peringatan pada kita akan datangnya orang-orang yang merusak Islam dari dalam. Muncul dan datang dari keturunan orang tersebut (Dzul Khuwaishiroh) dan memiliki sifat-sifat yang sama dengannya. Meragukan ajaran Alloh dan RosulNya, dan mengarahkan pada kesesatan yang nyata.
    Mudah-mudahan kita bisa menyikapi pesan mulia yang telah Rosululloh peringatkan pada kita. Bersatu-padu dengan Jamaah Muslimin yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah-sunnah beliau, mengikuti dan menghormati para ulama' sebagai pewaris ajaran-ajaran beliau, dan tunduk patuh pada kepemimpinan Imam yang muncul kelak dari kekhilafahan Islam yang kita rindukan. Semoga kita bisa melaluinya hingga bertemu kembali dengan Rosululloh di SurgaNya. Amiin...
    -Taklim Pagi-
    Bukhori, 19 Januari 2016

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters