Nurul haromain dalam catatan " Belajar jadi juru dakwah"

    Author: Ittihad Tihad Genre: »
    Rating



    Tugas asli manusia dan termulia para rasul dan para nabi adalah berdakwah , yaitu menyampaikan pesan pesan tuhan pada seluruh isi alam semesta , yaitu menyàmpaikan kebenaran dan menjalankan kehidupan .
    Dan setelah era para nabi berakhir, tugas dakwah itu diteruskan oleh para pewarisnya , yaitu ulama.
    Dan tugas berat ini membutuhkan kesiapan serta latihan dan didika panjang. Apalagi jalan dakwah adalah jalan yang sama sekali tidak mulus dan tidak berta ur bunga mawar , namun bertabur duri.
    Dibutuhkan kepiawaian menghindari duri duri itu , atau kekuatan dan kesabaran jika tertusuk duuri duri itu.

    Diantara pesantren di indonesia tempatku dulu menimba ilmu , yang belum banyak aku ceritakan dalam catatanku , adalah mahad nurul haromain (NH) , PUJON batu malang.
    Sebelum aku menceritakan pengalaman pengalamn unikku di mahad ini , aku gambarkan sedikit bagaimana mahad tempat pengkaderan para da'i tangguh ini.
    Terus terang , mahad ini benar benar istimewa, tak berlebihan jika aku katakan mahad jenis nh hanya ada satu di indonesia.
    mahad yang benar benar terorganisir dengan sangat rapi dan sangat sistematis dengan kualitas santri diatas rata rata. Dan boleh dikatakan , ia adalah universitasnya pesantren indonesia.
    Masuk mahad ini, proyeksinya untuk dua hal. Untuk langsung menjdai dai , ustadz,kyai. Atau sebagai perantara untuk melanjutkan belajar keluar negeri (dengan beberapa tujuan tempat belajar , diantaranya adalah , mahad salaf paling elit didunia , rusaifah, tempatku belajat kini).
    Jadi, yang masuk mahad ini , adalah santri yang telah mempunyai dasar dasar ilmu agama dengan sangat baik sebelumnya. Mahad ini tentu sajaa takmenerima santri yang bel bisa baca kitab arab tak berharokat, dan ada keharusan harus mampu bicara bahasa arab.
    Makanya tak banyak yang bisamasuk mahad ini . Apalagi santrinya dibatasi 40 orang saja.
    Jadi, pengeliminasian calon calon santri yang mendaftar , adalah hal yang biasa , meski terlihat agak tega. Tentu saja karena tidak memenuhi syarat untuk jadi santri pujon.
    Waktu aku menjabat qism tarbiyah (biro pendidikan), yang juga menangani penerimaan santri baru , terhitung 4 kali aku terpaksa mengalih pondokan calo santri kepesantren lain sebab memang ilmu gramatikanya tidak jalan..

    ...Tetapi yang mrnjadi ciri khas dan ekselensi pesantren ini adalah dakwahnya. Setiap hari kami turun mengajar dimasyarakat . 3 hari full didesa desa yang menjadi target dakwah kami, dan 4 hari yang lain kami ada di mahad tetapi sorenya mengajar di madrasah madrasah yang berafiliasi ke mahad.
    Kecil pesantrennya,sedikit santrinya,tapi mengendalikan lebih dari 7000 masa. Sebab ototmatis , tiapsantri punya ummat sendiri sendiri. Makanya, oleh gerakan kristenisasi dan misionarisme, mahad ini adalah masuk daftar teratas sebagai penghalang mereka.
    Dakwahnya tidak sekedar mengajar begitu saja, tetapi kami dituntut interaktif, care,dan seterusnya. Jadi jika pas hari dakwah , maka disamping mengajar pada jam jam ngaji, kami juga biasa berbaur dengan kegiatan masyarakat tempat kami dakwah.
    Aku sendiri saat dipujon itu, kebetulan mendapat wilayah dakwah didesa tempat mahad berada. Jadi ya habis ngajar, tidak menginap dirumah penduduk situ,namun balik kepondok (temen teman yang lain menginap dilahan dakwah masing masing).
    Yang kuajar secara istiqomah dulu, 3 ibu ibu dan 7 anak anak. Habis mengajar baca quran , cerita cerita, ngobrol ngobrol terus makan deh.
    Pada tahun berikutnya, aku mendapat kepercayaan untuk belajar dakwah ketempat lain. Posisiku dirubah,tetapi kali ini seram, aku mendapat tugas jauh dari mahad. Langsung kemalang kota, tepatnya dipesma putri al qoyyimah, nah kan?
    Jangan disamain deh, bagaimana bingungnya. Yang asalnya mengajar adek adek ingusan, bau kecut minta ampun, dekil,sekarang ngajar ngajar ukhti ukhti mahasisiwi yang heuheuheu.. tahu sendiri, ujian hati yang jomplang.
    Sampai kadang kadang , saat hatiku bergolak tidak karuan, aku memilih mangkir ngajar. Benrr sih tetep berangkat ke malang, tapi aku tidak kepesma, namun kabur ke gramedia( sebab kalau ketahuan bolos dakwah, konsekwensinya dengan pihak mahad ada perhitungan sendiri).
    Lumayan, mesti dua hari semalam dimalang. Jadinya lontang lantung kalao pas nggak ngajar gitu. Akhowatnya udah aku ajak kompromi dulu biar ulahku mangkir ngajar nggak samapai ketahuan pusat.
    Tetapi yang seru ada tiap akhir tahun. Kami mempunyai kagiatan semacama KKN/PKL. Jadi kami serentak berdak2h di tempat yang benar benar baru. Dengan berbagai macam dinamika. Akan aku ceritakan besok bagaimana kami datang diusir, tapi pulang ditangisi.....(bersambung(
    Catatan cinta dari makkah oleh Awy' Qolawun-Full hal 120-122

    Leave a Reply

    Shoutul Haromain FM

    follow me

    VISITOR

    free counters